Mengenal Karakteristik Desain Interior Tropis untuk Hunian Sejuk Alami

Desain

Sering mendengar tentang rumah dengan desain interior tropis atau tropik, namun masih belum terlalu memahaminya? Seperti namanya, rumah dengan desain interior jenis ini adalah rumah  yang dirancang sedemikian rupa agar sesuai dengan kebutuhan mereka yang hidup di wilayah tropis, salah satunya Indonesia. 

Beberapa faktor yang harus dipikirkan dalam merancang rumah dengan konsep ini adalah kelembaban udara yang cukup tinggi, sinar matahari yang cukup terik, hingga curah hujan yang tidak kalah tingginya.

Mengulik Ciri dan Karakteristik Desain Interior Tropis, Cocok Digunakan di Indonesia

Contoh desain interior tropis, Sumber: bicoon.com
Contoh desain interior tropis, Sumber: bicoon.com

Jika Anda sedang mencari inspirasi konsep interior rumah yang hangat, alami, memiliki banyak bukaan dan pencahayaan alami, mungkin desain interior tropis bisa menjadi salah satu alternatif yang paling cocok untuk Anda.

Selain itu, desain interior ini juga cocok dipilih bagi Anda yang memiliki gaya hidup simple, produktif, dan tidak terlalu suka hal-hal yang berlebihan. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa ciri utama dari desain interior tropis.

1. Memiliki Pencahayaan Alami yang Baik

Salah satu hal yang paling ditonjolkan dari rumah tropis adalah pencahayaan alaminya yang baik. Inilah mengapa pemilihan pintu, jendela, hingga model ventilasi rumah harus dipikirkan dan dirancang dengan sebaik-baiknya.  

Biasanya, rumah dengan konsep interior ini memiliki bukaan yang cukup besar. Sehingga, cahaya dan udara bisa masuk dan keluar dengan leluasa. Selain rumah akan terasa lebih terang dan hangat, rumah dengan sirkulasi udara yang baik tentu saja akan terasa lebih sehat.

2. Mengusung Nuansa Alami

Selain pencahayaan yang baik, karakteristik lain yang tidak kalah menonjol dari desain interior tropis adalah kesan dan nuansa alami. Nuansa alami tersebut bisa didapatkan dari penggunaan tekstur kayu, hingga adanya tanaman hijau seperti tanaman penyerap debu atau tanaman hias lainnya.

Jika ingin menggunakan bahan lain demi bisa memberikan aksen tambahan yang tidak biasa, Anda juga bisa memilih bahan batu bata, bambu, rotan, batu kali, dan lain sebagainya. Dengan pemilihan bahan dan nuansa alami, rumah tidak akan akan terasa lebih hangat, namun juga terasa lebih dekat dengan alam. 

Nuansa seperti ini pada akhirnya juga mampu menciptakan perasaan dan hubungan yang lebih harmonis dengan keluarga Anda. 

3. Menggunakan Dekorasi dan Furniture Dengan Nuansa Etnik

Khas dengan banyak bukaan, Sumber: houzz.com.au
Khas dengan banyak bukaan, Sumber: houzz.com.au

Rumah tropis memang erat kaitannya dengan rumah yang simple. Namun, bukan berarti rumah tersebut harus terlihat monoton. Jika Anda ingin suasana di dalam rumah lebih hidup, maka tidak ada salahnya untuk menambahkan perabotan dan dekorasi dengan nuansa etnik.

Beberapa fitur yang bisa Anda jadikan inspirasi adalah lemari kayu jati, kursi dari anyaman rotan, meja slab dari kayu dengan bentuk unik, dekorasi dari pahatan, atau furniture lain yang bisa berasal dari bambu.

4. Warna yang Hangat dan Ceria

Karakteristik desain interior tropis selanjutnya adalah penggunaan warna yang hangat dan ceria. Berbeda dengan desain rumah minimalis yang lebih terpaku pada warna monokrom, interior tropis lebih bervariasi dan berani dengan menggunakan warna biru laut, hijau, kuning dan lain sebagainya.

Namun yang terpenting, Anda dan desainer interior harus saling sepakat dan cerdik memilih perpaduan warna. Sehingga, meskipun tone warna yang dipilih berbeda namun hasilnya masih saling harmonis dan melengkapi. 

Ketika memilih warna, Anda juga tidak perlu takut untuk bereksplorasi. Semakin berani memilih dan memadukan warna, akan semakin hidup pula rumah Anda. Jika memang dirasa perlu, tidak ada salahnya untuk mengajak anak memilih salah satu warna yang  akan dipakai. 

5. Terdapat Tanaman Indoor yang Khas

Sedangkan karakteristik dari desain interior tropis yang terakhir adalah adanya tanaman indoor yang khas dan cantik. Jenis tanaman yang sering dipilih adalah tanaman yang memiliki daun hijau yang panjang dan lebar, dan tidak membutuhkan terlalu banyak air.

Beberapa contoh tanaman yang cocok untuk rumah tropis adalah bromelia, monstera, lidah mertua, palem hias dan lain sebagainya. Yang terpenting, ada baiknya untuk menghindari tanaman hias yang akan menghasilkan bunga nantinya. 

Nah, itulah beberapa ciri utama desain interior tropis yang paling umum ditemui selama ini. Setelah mengetahui karakteristiknya, ada baiknya juga untuk mengetahui beberapa prinsip dasar dari desain interior yang yang satu ini.

Prinsip dan Fitur Desain Tropis 

Mengusung nuansa alami, Sumber: matapropertybali.com
Mengusung nuansa alami, Sumber: matapropertybali.com

Prinsip yang dimaksudkan di sini adalah konsep dasar yang harus diperhatikan agar rumah tidak hanya indah, tetapi juga bisa berfungsi dan mampu beradaptasi dengan cuaca dan iklim dimana rumah  dibangun. 

  • Prinsip yang pertama tentu saja ventilasi yang baik. Dengan ventilasi yang baik, maka sirkulasi udara akan menjadi baik pula. Dengan begitu, kelembaban di rumah pun akan menjadi baik pula.
  • Hal lain yang tidak kalah penting adalah atap rumah. Untuk rumah tropis, sebaiknya gunakan atap dengan kemiringan yang cukup. Dengan begini, air hujan akan lebih mudah dan cepat untuk mengalir ke bawah, sehingga atap akan lebih awet. 
  • Terakhir, selalu ingat bahwa tujuan dari rumah ini adalah untuk mendatangkan rasa nyaman, segar, mampu beradaptasi dengan iklim, menyeimbangkan estetika dan fungsi, hingga gaya hidup yang santai.

Jadi, apakah Anda sudah semakin yakin bahwa desain interior tropis adalah pilihan yang paling tepat untuk rumah Anda? Semoga bermanfaat ya.

Leave a Comment

Tangerang Creative

Membantu Anda menemukan partner untuk keperluan bangunan Anda adalah misi kami. Nikmati banyak pilihan mitra pilihan yang bisa membantu kebutuhan Anda.

Kontak Kami

Jika Anda membutuhkan info lebih lanjut silahkan hubungi tim kami via tombol WhatsApp di bawah ini

Hubungi Sekarang